Jumat, 05 Oktober 2012

Keduluan Itu Rasanya Seperti.....

Lahan kosong milik pribadi rencananya akan dibangun sebuah ruko. Tanpa ada rencana untuk menjadikannya sebuah maniinvestasi. Nyokap tanya ama aku, "mee enaknya itu tanah dibangun aj yaa?". Hati ku tertegun dan bahagia, soalnya aku juga udah mengkhayal akan gue buka tempat nongkrong di tanah ini. Eh tepat banget! Langsung aku curhat ma nyokap gimana impian gue buat buka usaha dari bidang ku "tata boga". Setelah gue curhat panjang lebar, nyokap setuju dengan imajinasiku tentang tempat nongkrong yang udah gue planning in, dan nyokap bilang, "oke! Tinggal kamu bilang ke Babe loe yya." "Oka mami" jawab ku dengan senang hati karena impian ku tinggal selangkah lagi.


Esok harinya,.
"Mee, kamu kan masih kuliah. Di rumah kamu aja cuman hari Sabtu dan Minggu. Ya masak itu cafe mau buka hanya 2 hari dalam seminggu? Mami juga gag mungkin kan yang ngurus?"
Kata-kata nyoka gue barusan "MENOHOK" hati ku. Dan gue hanya berkata, "Iya kan gag papa mi, hehe" dengan harapan impian gue gag keburu bangun dan hanya jadi bunga tidur. Padahal sebelum nyokap mematahkan semangat ku. Gue udah bilang ke temen-temen buat sering maen ke tempat tonggkrongan gue yang akan dibangun. "MAK JIEDIAR!!!" Gag jadi Sob!!

Gag selang beberapa bulan setelah tragedi bangunnya diriku dari impian indah. Dia sang Rival ku memberitahu teman-temannya jika dia baru saja membuka cafe. Lewat jejaring sosial semua teman-temannya diajak untuk ngopi di sana.

"MAK PYORRR!!"
Hati ku rasa nya seperti hancur dan terinjak-injak. Aku yang disini menginginkan terlebih dulu. Kenapa yang sana, yang memiliki "segalanya" dengan mudah mendapatkannya. Hhahaha..... #syirik aku!!

"Tak apa, ini adalah pesan tersembunyi dari Yang Maha Kuasa untuk aku menjadi orang yang lebih berusaha lagi dalam menggapai sebuah mimpi. Dengan tangan dan kerja keras diri sendiri."

"JADIKAN RIVAL MU SEBAGAI TANTANGAN UNTUK MENJADI LEBIH DARI DIRINYA"

Sabtu, 15 September 2012

Terhantui "dimana-mana seperti melihat wajahnya"

Setiap naek bus, pulang dari kota perantauan menuju kota lahir tercinta. Tiap mencari dan melihat semua penumpang bus yang ku lihat hanya wajah seorang perempuan yang sekarang menjadi acuan ku untuk jadi orang yang lebih baik dari dirinya.

Tak hanya itu, hari ini aku pergi belanja untuk membelikan pesanan dari teman kuliah. Di toko yang biasa aku datangi dan memang menjadi tempat belanja paling favorite di kota kecil ku yang damai. Seorang sosok ibu yang sedang berbelanja kebutuhan rumah tangga seorang diri tanpa ditemani salah satu pun anggota keluarga. Ku lihat wajahnya, untuk pertama kali aku tak memperhatikan. Tapi kenapa salah satu dalam saraf otak ku mengatakan bahwa beliau adalah ibu dari seorang perempuan yang 3 tahun belakangan ini menjadi "hantu" dalam kehidupan ku. 

Tak ada niatan apa-apa, hanya ingin tahu apakah saraf yang aku terima dari otak ku ini benar. Aku bergegas megerosok saku celana ku dengan tujuan segera mengambil handphone untuk mengambil gambar photo ibu tersebut dan mencocokkannya dengan photo yang dia pajang di suatu jejaring sosial. Tapi, ternyata aku gag bawa hape!!!! Toeng....toengggg!

Akhirnya ingatan ku diuji di sini, aku hafalkan bentuk wajah ibu itu. Ku cari tanda lahir dari ibu tersebut agar mempermudah mengingatnya.

Sesampai di rumah segera aku membuka "toshikun" dan membuka lembar halaman milik perempuan itu...
Aku mencari beliau, aku lihat dengan seksama. Memang mirip. Mirip pren....

Lha terus???! kenapa???

Hhee....gag ada manfaatnya sama sekali. Yang aku tahu ini sebagian dari pelatihan daya ingat dan mempertajam insthink. hhehheh....